Tips-tips
Hai kembali lagi ke blog aku sekarang
di artikel ini aku akan bagi sedikit cara umtuk mengerjakan tugas saat lagi
sibuk. Langsung aja ke artikelnya:

1. Buatlah daftar
prioritas apa yang harus kita selesaikan
Membuat timeline adalah
salah satu bagian yang menantang dalam menyelesaikan pekerjaan. Namun, hal ini
dijamin berguna supaya kita mampu menentukan prioritas perihal mana tugas yang
harus diselesaikan lebih dulu, mana yang bisa dikerjakan nanti.
2. Tentukan kapan kita
mau menyelesaikan deadline
Setelah bertanya
“Pekerjaan atau tugas apa yang harus kita selesaikan?”, saatnya menentukan
“Kapan kita ingin menyelesaikan perkerjaan kita?” Hal ini bisa membantu kita
untuk melakukan time management dengan lebih baik. Kalau
tidak menentukan kapan tenggat waktu akan menyelesaikan pekerjaan kita, kita
tidak akan merasa termotivasi untuk menuntaskannya.
3. Beri jarak waktu dua
hari sebelum deadline
Dua hari sebelum deadline ini
berguna supaya kita masih bisa mengubah, memperbaiki, atau membetulkan
pekerjaan kita. Jika tidak ada yang ingin diubah, itu berarti kita bisa
menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline. Yup,
saatnya mengerjakan deadline selanjutnya!
4. Jangan terlalu
memaksakan diri
Punya serentetan tugas
dengan deadline bertubi-tubi pasti rasanya memusingkan.
Namun, kita tidak perlu terlalu memaksakan diri untuk mengerjakan semua itu
dalam satu hari. Lebih baik buat tenggat per minggu supaya kita masih bisa
bersantai dan menikmati me-time.
Contoh: PR Matematika dan
tugas membuat mading dikumpulkan Senin depan. Ketimbang harus mengerjakan
dua-duanya di hari Minggu alias H-1 deadline, lebih baik mencicilnya dari
sekarang. Misal, PR Matematika diselesaikan hari Rabu dan tugas Mading pada
hari Jumat. Di luar hari itu, kita bisa melakukan hal-hal bermanfaat lainnya
yang kita suka.
5. Stop
menunda-nunda pekerjaan
Tidak ada yang sulit
dalam menyelesaikan suatu tugas kalau kita berani memulai sesuatu. Katakan pada
diri sendiri bahwa kita pasti bisa menuntaskannya. Kalau bisa menyelesaikan kewajiban
kita hari ini juga, mengapa harus menunggu hingga esok hari datang? Waktu itu
harganya mahal, lho.
6. Jangan takut untuk
membagi tugas
Orang-orang yang sulit
percaya pada orang lain, biasanya akan mengerjakan tugas kelompok sendirian. Well, ini
saatnya kita belajar untuk bekerja sama bersama orang lain dan kita tidak boleh
takut untuk saling berbagi tugas. Caranya, pilihlah orang yang tepat untuk
mengerjakan hal tersebut, bagilah tugas secara merata, dan komunikasikan apa
yang perlu kalian kerjakan. Kita juga bisa saling mengingatkan teman apakah
mereka sudah menyelesaikan tanggung jawab mereka atau belum. Jika tugas
tersebut sudah selesai: Good job! Jangan lupa saling
mengapresiasi kerja keras yang sudah dilakukan.
7. Jangan takut bertanya
bila belum paham
Tidak selamanya kita
dituntut untuk bekerja sendirian. Seringnya, kita harus bekerja secara tim,
bergabung bersama orang-orang baru, dan mengerjakan tugas yang belum pernah
dikerjakan sebelumnya.
Supaya kita bisa menjadi
anggota tim yang bernilai, jangan malu bertanya atau kita akan tersesat di
tengah jalan. Bila belum paham, tanyakan detail lebih lanjut mengenai tanggung
jawab yang diberikan pada kita. Ketahuilah juga target apa yang ingin dicapai.
Setelah itu, ulangi apa yang diutarakan ketua kelompok atau tim guna memastikan
bahwa apa yang kita pahami memang merupakan apa yang mereka maksud.
8. Bekerjalah di jam-jam
produktif
Hanya kita yang tahu
kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya istirahat, sebab setiap orang
memiliki jam produktif yang berbeda-beda. Hal yang perlu diingat saat kita
sedang bekerja di jam-jam produktif adalah coba sebisa mungkin untuk menjauhkan
diri dari segala gangguan, seperti gadget, TV,
camilan, dan media sosial. Bekerjalah dengan fokus dan apabila sudah selesai
nanti, hadiahi diri sendiri dengan sesuatu yang kita suka. Tidur, contohnya.
9. Motivasi diri kita
setiap hari
Katakan “Kita siap dan
kita pasti bisa!” sebelum mengerjakan tugas-tugas yang diemban. Motivasi diri
kita dan ingat kembali apa konsekuensi yang akan kita dapat jika target tidak
tercapai. Oh ya, tidak ada salahnya juga meminta teman untuk mengingatkan kita
akan deadline yang harus dikejar. Setidaknya, di saat kita
tidak bisa membuat diri sendiri bersemangat, selalu ada teman yang bisa
mendukung kita.
10. Belajar dari
kesalahan
Sudah melakukan
kesembilan cara di atas, tapi deadline masih
saja terlewat? Oke, kita butuh mengevaluasi kinerja kita selama ini. Apa yang
membuat kita tidak fokus? Apa yang membuat kita tidak bisa menepati deadline?
Mengapa tidak ada kepuasan diri setelah mengerjakan tugas dengan maksimal dan
berhasil memenuhi deadline?
Ingat, deadline adalah
motivasi, bukan paksaan. Deadline bisa mendorong kita
untuk meningkatkan kemampuan dalam mengerjakan sesuatu, sembari mendorong kita
untuk lebih bisa mengatur waktu. So, ayo
tuntaskan segera pekerjaanmu, jangan biarkan deadline
mematahkan semangatmu!
Komentar
Posting Komentar